June 30, 2021 By christianlouboutinredbottomheels.us 0

Bila Anak Tidak Diaqiqahi, Benarkah Ibu dan bapaknya Tidak Bisa Syafaat?

Bila Anak Tidak Diaqiqahi, Benarkah Ibu dan bapaknya Tidak Bisa Syafaat?

Aqiqah merupakan ibadah yang dicoba buat menyukuri kelahiran dari seseorang manusia. Wujud aqiqah yakni sembelihan yang disembelih sebab kelahiran anak.

Ada hadis yang berkata kalau aqiqah merupakan hak anak. Kemudian gimana bila seseorang anak tidak diaqiqahi? Aqiqah dasar hukumnya merupakan sunat muakkad walaupun sang bapak lagi dalam kondisi sulit.

Aqiqah sudah dicoba oleh Rasulullah SAW serta para teman dia. Menimpa waktu penerapan aqiqah, terdapat tuntunan dari Rasulullah shallallahu‘ alaihi wa sallam semacam berikut:

Dari Samurah bin Jundub( diriwayatkan kalau) sebetulnya Rasulullah shallallahu‘ alaihi wa sallam bersabda:“ Tiap anak bergantung kepada aqiqahnya, disembelih atas namanya pada hari ketujuh( kelahirannya), dicukur( rambutnya) serta diberi nama”( HR. Abu Dawud) Perhatikan Batasan Waktu Aqiqah Ini .

Dari hadis ini dikenal kalau aqiqah itu dilaksanakan selaku ciri syukur serta berbagi kebahagiaan atas kelahiran seseorang anak. Aqiqah dilaksanakan pada hari ketujuh sehabis kelahirannya.

Serta bagi para ulama, bila tidak dapat dicoba pada hari tersebut, hingga boleh dicoba pada hari- hari lain yang longgar. Cuma saja waktunya dibatasi sampai anak tersebut baligh, sebagaimana diisyaratkan dalam hadis di atas dengan kata“ ghulam” yang berarti anak.

Bila telah baligh hingga tidak disunnahkan lagi melaksanakan aqiqah sebab telah jauh waktunya dari hari kelahirannya. Syaikh Muhammad bin Sholih Angkatan laut(AL)‘ Utsaimin, misalnya, berkomentar apabila kala waktu dianjurkannya aqiqah orangtua dalam kondisi faqir( tidak sanggup), hingga dia tidak diperintahkan buat aqiqah Aqiqah murah Jakarta .

Sebab Allah Ta’ ala berfirman( yang maksudnya),“ Bertakwalah kepada Allah semampu kamu”( QS. At Taghobun: 16). Tetapi apabila kala waktu dianjurkannya aqiqah, orangtua dalam kondisi berkecukupan, hingga aqiqah masih senantiasa jadi kewajiban bapak, bukan bunda serta bukan pula anaknya.

Kemudian, apabila orang tuanya dulu merupakan orang yang tidak sanggup pada dikala waktu dianjurkannya aqiqah, hingga dia tidak memiliki kewajiban apa- apa meski bisa jadi sehabis itu orang tuanya jadi kaya.